Voluntourism: Solving Sustainable Tourism With Design Thinking
PROGRAM OVERVIEW
Pada tahun 2020, Sektor pariwisata paling terdampak oleh COVID-19 yang menyebabkan banyak daerah wisata redup pijarnya ataupun bertahan dalam kondisi tidak menentu. Potensi pariwisata mampu mendukung perbaikan ekonomi di tingkat lokal hingga nasional. Fenomena tersebut menyadarkan kita untuk membangun Pariwisata Berkelanjutan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini. Kami ingin mengakselerasikannya dengan pemerataan edukasi pariwisata berkelanjutan ke luar jawa melalui program pengembangan pemuda, bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan potensi wisata di 4 pulau prioritas peningkatan mutu yaitu Pulau Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Pulau Alor – NTT.
Pemuda mengaktualisasikan diri bersama ekosistem pariwisata lokal melalui Voluntourism dengan tematik yang mengacu pada Kepmenpar No. 14 Tahun 2016 tentang pedoman pariwisata berkelanjutan meliputi sustainable management, economy, social cultural & environment. Kami menghadirkan model pengembangan pemuda berbasis design thinking yang mampu mendekatkan solusi inovatif lebih relevan dengan permasalahan daerah-daerah pariwisata terdampak. Dengan program yang terintegrasi kami mampu menciptakan generasi muda berkualitas dan percepatan destinasi berprinsip berkelanjutan. Pembekalan pemuda dengan ekologi dan konsep keberlanjutan akan membentuk kesiapan berkarir ataupun wirausaha muda secara lincah dan adaptif terhadap tantangan industri hijau di Indonesia.

PROJECT SOLUTION
100 pemuda dalam 20 kelompok telah menjawab permasalahan nyata di daerah wisata yang relevan dengan pariwisata berkelanjutan melalui tahapan metode design thinking selama 5 bulan program kegiatan. Kami hadirkan pemuda yang telah mendapat pembekalan ke daerah-daerah prioritas untuk menuntaskan dua proyek berdampak yakni (1) solving social-environmental problem, memberikan solusi sosial dan lingkungan terhadap permasalahan masyarakat setempat, (2) sustainable tourism program, analisis dan pengembangan potensi wisata lokal agar mudah diadopsi oleh wisatawan.
Dua proyek solusi ini telah tepat guna untuk penerima manfaat dan dilanjutkan pelaku wisata lokal. Hal tersebut tidak lepas dari fasilitas akselerasi dampak pemuda yang kami sediakan berupa dengan ekosistem suportif seperti modul hijau, sistem talent management, mentor berkualitas, penggunaan aplikasi, model dan mitra kolaborasi. Dengan meningkatnya kompetensi pemuda hal ini telah mampu mengeksplorasi aktivitas masyarakat pedalaman, masyarakat desa merespon positif program yang berorientasi pada pengembangan potensi desa karena pemuda mampu menjadi peran penting dalam menghadirkan dampak baik dengan solusi inovatif tersebut. Untuk mempermudah identifikasi proyek pemuda, Kami juga telah membuat pilihan tematik program yang relevan untuk daerah wisata antara lain: Manajemen Sistem Informasi, Pengembangan komunitas berkelanjutan, Literasi dan Pemasaran Digital, Wirausahawan Baru dan Produk Lokal, Latihan pelayanan, Manajemen Sampah, Peta dan perlindungan biodiversitas.
